Tabloid WASPADA POS MAKASSAR

WAHANA SOSIAL PENCERAH DEMOKRASI - Lebih Akurat Dan Berimbang

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

WASPADA ... WASPADA... WASPADALAH...!!!

Ingat...!!! KEJAHATAN Selalu Mengintip Anda.... WASPADA...WASPADA...WASPADALAH...!!!

Bersama Menuju INDONESIA Yang Lebih Baik... Bebas KKN

Wahai Rakyat Indonesia ....., Mari Bersama Menuju Indonesia Yang Lebih Cemerlang.... "PERANGI KOLUSI...KORUPSI...NEPOTISME"

Tampilkan postingan dengan label serba Serba -Serbi Kisah Sajeng Rennu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label serba Serba -Serbi Kisah Sajeng Rennu. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Agustus 2011

Wahh...wahh..wahh..."Suamiku Jalan Dengan Mahasiswi Stikes”

Hj.Iin (disamarkan) ibu muda 2 anak asal Desa Jinato Kecamatan Takabonerate kabupaten kepulauan Selayar hanya bisa menunduk lesu saat mendengar rekaman pembicaraan suaminya N dengan seorang perempuan berinisial P 21 thn yang belakangan diketahui adalah seorang mahasiswi smester 5 STIKES PANRITA LOPI BULUKUMBA Kelas Selayar yang berada di Kabupaten Bulukumba. 

Sungguh membuat hati saya remuk redam dan sepertinya saya tidak akan pernah menerima hal ini, tutur Iin yang terlihat sangat sedih sambil memangku anak perempuannya yang kedua berusia 2 tahun. Iin melanjutkan bahwa suaminya bekerja sebagai pedagang ikan hidup yang selama ini telah membuat kehidupan mereka boleh dibilang cukup mapan di antara warga Jinato. 

Tabiat suaminya akhir akhir ini memang sangat jauh beda waktu pertama kali bertemu. malah boleh di kata, sebagian besar waktu suaminya berada di luar kampung. Awalnya saya belum dan tidak pernah curiga kalaupun banyak yang telah membisikkan kelakuan Bapak dari anak anaknya, malah informasi terakhir yang didengar dari kawan dekat perempuan tega yang telah mempermainkan rumah tangga Iin bahwa Suaminya N” telah melangsungkan pernikahan dengan P wanita perawat tersebut namun hal ini pun di tepisnya bahwa dirinya tidak akan percaya bila tidak melihat langsung dengan mata kepala sendiri, sehingga untuk membuktikannya saya harus ke makassar sekireanya bisa dekat dengan suami yang sangat di cintainya.

Malang tak dapat di tolak, untung tak dapat diraih, tiba tiba seorang teman Iin memperdengarkan sebuah rekaman pembicaraan telepon antara suaminya dan P” yang isinya sangat memalukan serta sebagian besar adalah pembicaraan konyol berbau tabu yang telah mereka lakukan selama ini, selain itu Iin juga m,elihat dan diberi selembar foto yang gambarnya adalah gambar esra antarasuaminya dan P”.


Remuk sudah semuanya, harapan hidup bahagia bersama anak anak dan suami tercinta buyar semuanya. Entah apa yang harus kulakukan , yang pasti saya tidak akan pernah mau menerima kenyataan ini. Terkahir saat semuanya ku utarakan ke suamiku, saya malah mendapat kata kata sercaan dan hinaan yang di tutup dengan asu atau anjing.
Sumber :  (redaksiselayar)

Sabtu, 25 Juni 2011

KISAH SAJENG RENNU 4"SMS Bongkar Affairku dengan Mantan Pacar "

KETAHUAN affair dengan mantan pacarnya, Dina (samaran) dibogem suami. Dina keberatan dan melaporkan kasus ini ke Polrestabes Makassar. Rumah tangga mereka kini di ujung tanduk.

KISAH SAJENG RENNU 3 "Masa Lalu Nyaris Hancurkan Rumah Tanggaku "

DEWI menyesal berhubungan kembali dengan mantan pacarnya, Ronal (samaran). Bermaksud sekadar menyambung tali silaturahim, Ronal justru salah paham, dan ingin merebut kembali Dewi.

KISAH SAJENG RENNU 2 "Pernikahanku Gagal karena Orangtua"

KINI Sinta digelari perawan tua. Padahal usianya baru menginjak 32 tahun. Maklum, di desa kelahirannya, dialah satu-satunya perempuan sebayanya yang belum menikah.
Sementara teman-teman sepermainannya menikah di usai 18 atau 25 tahun. Di kampung itu, perempuan akan dianggap aneh kalau belum juga mendapatkan jodoh di usia demikian.
Sebenarnya, ia bukan tak pernah dilamar orang. Beberapa pria sudah mengutarakan niat memiang Sinta. Tapi semua berujung tak menyenangkan gara-gara uang mahar (panai) yang terlalu tinggi.
Keluarga Sinta dikenal sebagai bangsawan Bugis yang sangat memegang teguh prinsip adat. Mereka tak mau melepas anak-anaknya menikah jika uang maharnya tidak dengan nilai tinggi.
Bagi keluarga ini, uang panai bukan sekadar nilainya, tapi juga kehormatan diukur dari sana.
Sinta adalah lulusan salah satu sekolah yang mencetak pamong berkualitas. Saat ini ia terdaftar sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di salah satu instansi di Kota Makassar.
Semenjak remaja hingga menjadi PNS, hampir-hampir ia belum pernah merasakan indahnya berpacaran.
Maklumlah, orangtuanya juga terbilang kolot. Mereka sangat menabukan hubungan seperti itu sebelum menikah.
Mereka menginginkan Sinta langsung menikah saja.
Dua tahun silam, orangtuanya ingin sekali menikahkannya. Apalagi, dia adalah satu-satunya anak perempuan di keluarga itu yang belum menikah.
Keluarga sempat menyodorkan beberapa lelaki, namun selalu ditolak Sinta. Selain tak mengenal mereka dengan baik, secara fisik, ia juga tidak tertarik.
Untuk tidak mengecewakan Sinta dan terkesan dipaksakan, akhirnya orangtuanya memberi ia kesempatan untuk mencari jodohnya sendiri. Belakanga, orangtua mulai membolehkan Sinta menjalin hubungan dengan lelaki, layaknya orang pacaran.
Selang beberapa bulan, Sintas bertemu dengan Budi (samaran). Budi adalah teman sekolah saat SMA dulu.
Saat ini ia juga sudah menjadi PNS di salah satu instansi pemerintah di Makassar.
Sinta bertemu Budi saat acara reuni di salah satu restoran. "Kami pun saling bertukar pengalaman. Pada malam itu juga kami tukaran nomor ponsel," tutur Sinta.
Ternyata, usai reuni, Budi mulai intens menghubunginya. Bahkan, hanya untuk sekadar mengucapkan selamat pagi, Budi selalu melakukannya.
Beberapa minggu kemudian, lelaki yang tingginya sekitar 168 cm ini lalu mengungkapkan perasaannya kepada Sinta. Sinta yang sejak awal sudah tertarik, menyambutnya dengan suka cita. Ia benar-benar tak kuasa menyembunyikan perasaan pada pria itu.
Setelah menjalin asmara selama lima bulan, Budi mengatakan mulai menunjukkan keseriusan ke hubungan yang lebih jauh. Akhirnya ia mengutarakan niat untuk mempersunting Sinta.
Ia mengaku, sudah mantap memilih gadis itu sebagai istrinya. Tapi Sinta tak serta merta memberikan jawaban pasti. Hatinya tiba-tiba ragu.
Bukan karena ia tidak mencintainya, tapi ia sangsi apakah Budi akan sanggup memenuhi keinginan keluarga dan kedua orangtuanya tentang uang mahar yang sangat tinggi.
Sinta yakin, untuk hal ini orangtuanya tak mungkin berubah. Ini adat keluarga.
Budi memang bekerja sebagai PNS dengan golongan III B. Namun, Sinta tahu ia berasal dari keluarga yang tidak punya apa-apa.
Ayahnya bekerja sebagai tukang batu dan ibunya berjualan bahan pokok di salah satu pasar tradisional.
Sementara, keluarga dan orangtuaku menginginkan suami Sinta berasal dari keluarga berada. Inilah yang membuat hati gadis ini terombang-ambing.
Tapi Budi tak putus asa. Ia tetap kukuh hendak menikahi Sinta.
Sampai kemudian ia memberanikan diri menemui ayah Sinta dan mengutarakan niat mempersunting anaknya.
Jawaban ayah Sinta sederhana saja. Ia meminta kedua orangtua Budi datang dan melamar secara resmi.
Saat proses lamaran, orangtua Sinta lalu memasang uang mahar yang cukup fantastis yakni sebesar Rp 80 juta. Budi dan orangtuanya lalu pulang untuk berpikir kembali.
Setelah diberi waktu, Budi hanya menyanggupi nilai Rp 40 juta. Itupun didapatkan dengan susah payah.
Namun, ayah Sinta bersikeras menolak. Ia mengatakan, sebagai wanita yang telah memiliki pekerjaan tetap, berdarah bangsawan serta dari keluarga besar, uang panai Rp 40 juta dianggap tidak pantas.
"Pada dasarnya keluargaku yang lain setuju jika hanya Rp 40 juta. Namun, ayahku lah yang menolak. Berulang kali ibuku membujuknya, namun tetap tidak bisa," tuturt Sinta.
Merasa semua kandas, Budi sempat berpikir pendek. Ia mengajak Sinta untuk kawin lari.
Hanya saja rencana ini risikonya besar. Selain harus meninggalkan pekerjaan, bisa jadi mereka akan dibuang dari keluarga.
Setelah tak memiliki jalan keluar lagi, akhirnya Budi mundur perlahan.
Sejak itu, Budi memilih pindah kerja di salah satu pulau yang jauh dari Kota Makassar. "Hingga saat ini, aku dan Budi sudah putus komunikasi. Beberapa kali aku mencoba menemui orangtuanya, namun Budi sudah menitip pesan, agar orangtuanya tidak memberi tahu dimana ia bekerja, termasuk nomor ponselnya," cerita Sinta.

SUMBER : http://www.beritakotamakassar.com

KISAH SAJENG RENNU 1 "Aku Tertipu Mulut Manisnya "

"Aku Tertipu Mulut Manisnya  "
 
WATI (samaran) tertipu. Usman (samaran) mengaku masih bujang. Ternyata, dia sudah punya istri dan anak.
Wati baru tahu pria yang dicintainya itu suami orang setelah
dilabrak istri Usman. Wati bahkan dilaporkan ke polisi.
Setelah semua terjadi, Wati baru sadar telah salah langkah. Nasi sudah jadi bubur. Tubuhnya telah dicicipi.
Mau menuntut tanggung jawab, tapi justru ia ketiban sial. Kini ia harus menghadapi proses hukum, karena dilapor perzinaan oleh istri Usman.
Awalnya, semua mendukung ketika Wati menjalin hubungan dengan Usman. Tak ada yang tahu kalau Usman itu sudah beristri. Semua mengira dia masih bujang.
Hubungan mereka sudah jauh. Wati telah menyerahkan semuanya pada pria itu.
Ia rela menyerahkan segalanya pada Usman, karena janji akan dinikahi kelak. Cintanya pada lelaki itu sudah tak ketulungan.
Belakangan baru ketahuan ternyata Usman sudah punya istri dan dua anak. Tapi Wati tak mau peduli lagi. Baginya, semua sudah kepalang basah. Sekarang, tak penting lagi siapa Usman. Yang jelas ia ingin pria itu menikahinya segera karena ia telah merenggut semuanya.
Semenyara Usman, sejak hubungannya dengan Wati mulai tercium oleh istrinya, ia mengambil langkah aman. Ia tak mau ambil risiko dan segera memutuskan Wati.
Masalah kemudian muncul karena Wati tak terima diputuskan begitu saja. "Enak saja dia mau putuskan saya. Sudah dapat enaknya, sekarang mau pergi," ketus Wati.
"Saya hanya minta tanggung jawab. Nda papa saya jadi istri kedua, yang penting saya dinikahi. Saya tidak rela ditiduri lalu dicampakkan," ujarnya lagi.
Ia bermaksud melaporkan Usman ke polisi, tapi justru dialah yang ketiban sial. Istri Usman yang mencium perselingkuhan suaminya, melapor lebih dulu ke polisi.
Ia melaporkan Wati telah berzina dengan suaminya.
Kini Wati harus menghadapi tuntutan hukum yang tidak mudah. Apalagi, istri Usman mengancam tidak akan berdamai.
Ia bertekad menyeret Wati ke penjara karena telah merebut suaminya. "Pokoknya saya tidak mau damai. Dia (Wati) harus masuk penjara," ujar istri Usman.

--------------------------------------------------------------
Dikutip dari : http://www.beritakotamakassar.com/index.php?option=read&newsid=52442

Kisah Sajeng Rennu "Aku Terlalu Tua Untuknya"

"Aku Terlalu Tua Untuknya"
Cobaan ini harus kujalani. Walau suamiku telah meninggalkanku, aku berusaha tetap tabah dan menjadi ibu sekaligus ayah bagi dua anak-anakku.

Sebut saja namaku Wati (samaran). Aku sama sekali tak menyangka perasaan Andri (samaran) berubah demikian cepat. Di usia pernikahan kami yang baru lima tahun, ia sudah menceraikanku. Alasannya pun sungguh tak masuk akal dan sama sekali tak bisa kuterima. Ia menilai wajah dan penampilanku sudah tidak menarik lagi.
Kuakui, usiaku dengan Andri terpaut jauh. Saat kami menikah, usia Andri masih 25 tahun, sementara aku sudah memasuki 35 tahun. Namun demikian, sebelum Andri memutuskan menikahiku, aku minta ia meyakinkan dirinya. Pasalnya, aku bukan wanita yang umurnya di bawah atau setara dengan dirinya. Tidak lama lagi di wajahku akan muncul gerutan-gerutan, dan gairahku pun makin menurun.
Dengan penuh keyakinan, Andri meyakinkan aku, bahwa ia mencintaiku tulus dan apa adanya. Ia tidak melihat jabatan dan pekerjaanku. Maklum, saat aku menikah dengan Andri, aku sudah menjadi pegawai negeri sipil dan menjabat sebagai kepala sekolah di salah satu sekolah di Sulsel.
Ia menikahiku atas dasar cinta dan kasih sayang. Di matanya, aku adalah wanita sempurna, baik hati dan penuh dengan kasih sayang. Aku juga dianggap bisa menjadi pendamping yang setia.
Saat aku menikah dengan Andri, ia baru menyelesaikan studinya di salah satu perguruan tinggi negeri di Makassar. Ia masih belum memiliki pekerjaan tetap. Sehari-hari pekerjaannya hanya keluar masuk internet atau ikut proyek atas ajakan beberapa seniornya di kampus.
Namun, memasuki dua tahun pernikahan kami atau tepatnya beberapa bulan setelah anak pertama kami lahir, Andri diterima di salah satu perusahaan swasta nasional. Mungkin, itu adalah salah satu rezeki dari anak pertama kami.
Bekerja di perusahaan tersebut menjadi titik awal kebangkitan Andri. Ia seakan mendapatkan pekerjaan yang sudah ia idam-idamkan. Apalagi, gajinya cukup tinggi, walaupun ia masih tergolong sebagai pemula di perusahaan tersebut.
Sebagai ayah, Andri pun menjalankan tugasnya. Ia tak lagi mengharapkan uang dari pendapatanku sebagai kepala sekolah. Ia sudah bisa membeli ponsel dan keperluannya dari gajinya sendiri. Termasuk memanjakanku dan anaku dengan membelikan apa yang kami inginkan.
Tahun pertama bekerja, tidak ada yang berubah dari Andri. Namun, memasuki tahun kedua, ketika ia mendapat promosi jabatan, kelakuan Andri mulai berubah. Ia makin sering pulang larut malam. Bahkan, ia juga makin tinggi darah.
Setiap kali aku bertanya soal aktivitasnya yang makin sibuk. Andri selalu membentakku. Bahkan, ia mengancam menceraikanku jika aku bertanya macam-macam.
Mulanya aku bisa memaklumi perubahan perilaku suamiku. Namun, lama kelamaan sikap Andri makin menjadi-jadi. Ia pun tak segan-segan memukulku hanya karena tak membukakan pintu saat ia pulang malam. Kami pun sering adu mulut, tapi aku selalu mencoba untuk mengalah.
Diam-diam, aku mencoba mencari tahu penyebab perubahan perilaku Andri. Aku menanyakan pada beberapa rekan Andri di kantornya. Beberapa orang memang terkesan menyembunyikan apa yang mereka ketahui, namun ada juga yang mau memberikan informasi soal Andri di kantornya.
Informasi yang aku peroleh, Andri saat ini memiliki hubungan dengan salah satu karyawati di tempatnya bekerja. Wanita tersebut usianya masih relatif muda, cantik dan seksi.
Sebagai seorang istri, aku mencoba menemui wanita tersebut. Aku takut, ia belum tahu jika Andri telah memiliki istri dan dua orang anak. Ternyata benar. Pengakuan Andri ke wanita tersebut ia adalah lelaki perjaka.
Namun, ini membawa petaka bagi keluarga yang sudah aku bina. Wanita itu mengadu ke Andri jika ia ditemui olehku. Andri pun melampiaskan marahnya kepadaku. Bahkan, Andri mengatakan akan segera menceraikanku. Ia mengatakan, jika aku sudah tidak menarik lagi. Baginya, aku terlampau tua untuk menjadi istrinya.
Beberapa bulan setelah terjadi pertengkaran hebat aku dengannya, Andri membuktikan ancamannya. Ia menggugat ceraikan aku. Hingga akhirnya kami resmi bercerai.

==================================================
Dikutip dari : http://www.beritakotamakassar.com/

 

WASPADA NUSANTARA