Tabloid WASPADA POS MAKASSAR

WAHANA SOSIAL PENCERAH DEMOKRASI - Lebih Akurat Dan Berimbang

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

WASPADA ... WASPADA... WASPADALAH...!!!

Ingat...!!! KEJAHATAN Selalu Mengintip Anda.... WASPADA...WASPADA...WASPADALAH...!!!

Bersama Menuju INDONESIA Yang Lebih Baik... Bebas KKN

Wahai Rakyat Indonesia ....., Mari Bersama Menuju Indonesia Yang Lebih Cemerlang.... "PERANGI KOLUSI...KORUPSI...NEPOTISME"

Tampilkan postingan dengan label BANTAENG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BANTAENG. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 September 2011

Melirik Jejak Tiga Kekaisaran Cina Penanda Kelahiran Butta Toa

Tiga Dinasty kekaisaran China telah menjadi penanda sejarah lahirnya Bantaeng. Kabupaten yang berada 120 KM dari Makassar ini, menetapkan hari lahirnya pada tanggal 7 Bulan 12 Tahun 1254. Tahun dimana Wayne A. Bougas, seorang arkeolog Amerika membuktikannya dengan temuan keramik yang berasal dari dinasti Sung yang berkuasa di daratan Cina tahun 960-1279. Selain Dinasti Sung, juga ditemukan keramik yang berasal dari Dinasti Yuan (1279-1368)

Sejenak Melirik Tempat-Tempat Wisata Di Kabupaten Bantaeng

Kabupaten Bantaeng adalah sebuah kabupaten di Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kotanya ialah Kota Bantaeng. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 395,83 km² dan populasi ±150.000 jiwa.
Secara geografi Kabupaten Bantaeng terletak pada koordinat antara 5o 21’ 13” sampai 5o 35’ 26” Lintang Selatan dan 119o 51’ 42” sampai 120o 05’ 27” Bujur Timur.

Selasa, 23 Agustus 2011

"Jumlah Veteran Di Bantaeng Kian Berkurang....."

Jumlah anggota veteran pejuang kemerdekaan RI di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, semakin berkurang.
"Bila tahun lalu masih berjumlah 30 orang, kini sisa 24 orang karena enam orang meninggal dunia," kata Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Bantaeng H Samad Mustadjab di Bantaeng, Rabu.
Ia mengemukakan hal itu pada Ramah Tamah anggota Veteran dan Janda Veteran dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-66 Kemerdekaan RI yang dilangsungkan di rumah jabatan Bupati Bantaeng.
Pada ramah tamah tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng Hj Lies F Nurdin menyerahkan bingkisan kepada para veteran dan janda veteran di daerah ini.
Menurut Samad Mustadjab, berkurangnya para pejuang kemerdekaan tentu berkontribusi terhadap peningkatan angka janda pejuang.
Ia berharap, Pemda tetap memberi perhatian kepada keluarga veteran, termasuk dalam rekruitmen pegawai maupun pejabat. "Sepanjang memenuhi syarat, tentu tak ada salahnya memberi jalan kepada keluarga veteran," tuturnya.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah mengatakan, perjuangan para pendahulu bangsa dengan kondisi sekarang tentu sudah berbeda.
"Kalau para pejuang dan pahlawan kita memanggul senjata, maka tugas kita sekarang mengisi hasil kemerdekaan tersebut," urainya.
Nurdin Abdullah mengatakan, generasi penerus memiliki tanggung jawab untuk memberi layanan prima kepada masyarakat, terutama para pejuang veteran dan jandanya.
Kini, tambah Bupati Bantaeng, sudah banyak hasil pembangunan yang bisa dinikmati bersama. Salah satu yang disiapkan itu adalah fasilitas layanan kesehatan Brigade Siaga Bencana (BSB).
"?Cukup menelpon ke 113, fasilitas ambulance bersama dokter dan perawatnya akan meluncur ke tempat. Dan ini dilakukan tidak hanya siang tetapi juga pada malam hari," urainya.
Untuk memberikan pelayanan prima kepada para veteran, Bupati meminta Dinas Kesehatan melakukan kontrol periodik kepada anggota veteran dan jandanya tersebut.
"Mereka tentu memiliki keterbatasan berkunjung ke Puskesmas. Karena itu, Dinkes hendaknya memberikan layanan langsung," terang Bupati Nurdin Abdullah.((Phinisinews))

 

WASPADA NUSANTARA