Tabloid WASPADA POS MAKASSAR

WAHANA SOSIAL PENCERAH DEMOKRASI - Lebih Akurat Dan Berimbang

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

WASPADA ... WASPADA... WASPADALAH...!!!

Ingat...!!! KEJAHATAN Selalu Mengintip Anda.... WASPADA...WASPADA...WASPADALAH...!!!

Bersama Menuju INDONESIA Yang Lebih Baik... Bebas KKN

Wahai Rakyat Indonesia ....., Mari Bersama Menuju Indonesia Yang Lebih Cemerlang.... "PERANGI KOLUSI...KORUPSI...NEPOTISME"

Tampilkan postingan dengan label BULUKUMBA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BULUKUMBA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Februari 2012

TAMBANG LIAR DI DESA SALEMBA RESAHKAN WARGA

RESAHKAN WARGA


Setelah sekian lama aktifitas tambang pasir di Desa Salemba Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba Sulsel, akhirnya mulai melahirkan keresahan sejumlah masyarakat yang bermukim disekitar daerah tersebut.
Tambang pasir milik salah seorang warga daerah tersebut dikabarkan belum mengantongi izin tambang dari pemerintah atau instansi terkait.
Menurut sejumlah sumber yang ditemui WASPADA POS, bahwa keberadaan tambang tersebut kian memperihatinkan. Pasalnya, beberapa daerah atau lokasi masyarakat yang berada di sekitar areal tambang mulai terkikis akibat penambangan yangmenggunakan mesin pengisap. 
Menurut Rido, salah satu warga yang bermukim di sekitar daerah itu, bahwa kedalaman penambangan yang dilakukan saat ini sudah diperkiran mencapai kedalaman 12 meter. Sehingga hal ini tentu saja perlu mendapat perhatian khusus atau peninjauan ulang dari aparat terkait atau instansi terkait.
"Jika hal ini terus berlangsung, tentu tanah disekitar lokasi tambang akan terkikis, dan akhirnya akan meluas dan berdampak pada timbulnya abrasi yang sangat para. Dan yang lebih dikawatirkan lagi jika air laut tembus masuk keperkampungan karena lokasi yang menjadi obyek tambang sangat berdekatan dengan laut dan pemukiman warga". Ungkapnya.
Sementara menurut sumber lain, keberadaan tambang tersebut akan menimbulkan kerusakan berbagai infrastruktur jalan yang dilalui oleh kendaraan pengangkut hasil tambang tersebut.
SEMENTARA, Kepala Desa Salemba A. Akbar yang ditemui mengungkapkan, bahwa selama ini memangpenambangan yang berada dalam wilayah desa tersebut belum mengantongi izin, Namun yang bekerja di lokasi tersebut adalah para penduduk sekitar, Kilahnya.
Menurut sejumlah sumber, hal ini terjadi dikarenakan lemahnya pengawasan dari instansi atau institusi tarkait sehingga diharapkan agar sekiranya penambangan yang terjadi di Desa Salemba tersebut tidak berlangsung lagi sgsr masyarakat tak menanggung resiko yang lebih parah dari perbuatan yang telah terkesan merusak lingkungan dan tidak bertanggung jawab.(*Joen*)
       

Rabu, 14 September 2011

WAHH.... PIN EMAS BUAT ANGGOTA DEWAN DIEMBAT JUGA...???

* Kasus Korupsi Pin Emas; Kerugian Negara Ternyata Lebih Tinggi

Mungkin inilah pertanyaan yang sangat tepat dari masyarakat melihat berbagai fenomena kasus kasus yang membuat masyarakat semakin jenuh dalam rasa ketidakpercayaan kepada pemerintah...???. "Apakah semua program dan kegiatan yang ada ataupun terlaksana hanyalah ajang bagi oknum-oknum tertentu untuk melancarkan otak kotor mereka....???.

Selasa, 23 Agustus 2011

"AJI Bahas Kebebasan Pers di Bulukumba"

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar sore ini sedang membahas kebebasan berekspresi terhadap pers di Kabupaten Bulukumba, Sabtu (12/8/2011).
Sejumlah aktivis dari berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), ormas keagamaan, Muhamadiyah, aparat hukum. Sementara dari AJI hadir Ketua AJI Makassar Mardiana Rusli.
Pembahasan kebebasan pers tersebut berlangsung di Rumah Makan AGRI Jl Samratulangi, Bulukumba (TRIBUN-TIMUR.COM*)

 

WASPADA NUSANTARA