Tabloid WASPADA POS MAKASSAR

WAHANA SOSIAL PENCERAH DEMOKRASI - Lebih Akurat Dan Berimbang

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

WASPADA ... WASPADA... WASPADALAH...!!!

Ingat...!!! KEJAHATAN Selalu Mengintip Anda.... WASPADA...WASPADA...WASPADALAH...!!!

Bersama Menuju INDONESIA Yang Lebih Baik... Bebas KKN

Wahai Rakyat Indonesia ....., Mari Bersama Menuju Indonesia Yang Lebih Cemerlang.... "PERANGI KOLUSI...KORUPSI...NEPOTISME"

Tampilkan postingan dengan label ENREKANG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ENREKANG. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 September 2011

Menilik Sejarah Kab. Enrekang

Asal kata Enrekang
Sejak abad XIV, daerah ini disebut MASSENREMPULU yang artinya daerah pinggiran gunung atau menyusur gunung, sedang sebutan Enrekang berasal dari ENDEG yang artinya NAIK DARI atau PANJAT merupakan asal mulanya sebutan ENDEKAN.

Sedangkan versi lain mengatan bahwa kata ENREKANG berasal dari bahasa Bugis yang berarti daerah pengunungan. Mengapa orang bugis mengatakan demikian dapat dimengerti sebab lokasi kabupaten Enrekang ± 85 % dari seluruh luas wilayah dikelilingi oleh gunung dan bukit yang membentang disepanjang wilayah kabupaten Enrekang yang luasnya ± 1.786.01 Km².

Hari Jadi kabupaten Enrekang

Pelantikan Bupati Enrekang yang pertama pada tanggal 19 Pebruari 1960 yang juga menjadi hari terbentuknya DAERAH KABUPATEN ENREKANG. Berikut nama-nama Bupati yang pernah dan sekarang yang memerintah di Kabupaten Enrekang :


  •     Periode 1960 – 1963 dijabat oleh ANDI BABBA MANGOPO
  •     Periode 1963 – 1964 dijabat oleh M. NUR
  •     Periode 1964 – 1965 dijabat oleh M. CAHTIF LASINY
  •     Periode 1965 – 1969 dijabat oleh BAMBANG SOETRESNA
  •     Periode 1969 – 1971 dijabat oleh ABD. RACHMAN, BA.
  •     Periode 1971 – …… dijabat oleh Drs. A. PARAWANSA (Pjs.)
  •     Periode 1971 – 1978 dijabat oleh MUCH. DAUD (± 2 Thn masa non Fictive )
  •     Periode 1978 – 1983 dijabat oleh H. ABDULLAH DOLLAR, BA.
  •     Periode 1983 – 1988 dijabat oleh M. SALEH NURDIN AGUNG
  •     Periode 1988 – 1993 dijabat oleh H. M. AMIN SYAM
  •     Periode 1993 – 1998 dijabat oleh H. ANDI RACHMAN
  •     Periode 1998 – 6 Oktober 2003 dijabat oleh Drs. H. IQBAL MUSTAFA
              Wakil Bupati Drs. ZAINI BADAWING
  •     sekarang dijabat oleh Ir. H. LA TINRO LA TUNRUNG
       

Sedangkan Pimpinan Daerah dibidang legistalif yang pernah dan sampai sekarang menjabat di Kabupaten Enrekang yaitu :

  •     ANDI BABA MANGOPO (merangkap Bupati karena masih DPRD GR) Tahun 1960 – 1963
  •     ABD. RAHMAN, BA.
  •     H. ARIFIN ALI
  •     MAHATMANTONG
  •     M. JAFAR
  •     IBRAHIM TAQWA
  •     H.M. MIEN KAMASE
  •     JAMALUDDIN TANTI
  •     M. SALEH NURDIN AGUNG sebagai Ketua dan Wakilnya MAYOR ABDUL LATIF.
  •     H. ABD. SAMAD MANNAN sebagai Ketua dan Wakilnya MAYOR CHK HUSAIN GANTARAN. SH
  •     H.M. ALI RAHIM sebagai Ketua dan Wakilnya Drs. MUSTAFA CAWIDU dan LETKOL MUSTAFA BK.
  •     H. JK. SAWATI (periode 1999 – 2004 )
  •    Periode 1999 – ….. wakilnya MAYOR CHOIRI
  •     Periode 1999 – 2004 Wakilnya MAYOR CHOIRI dan H. ACHMAD ANGGORO
  •      Periode 2004 – 2005 Wakilnya SAFRUDDIN, SH dan H. ACHMAD ANGGORO
  •     H. AHMAD ANGGORO (periode 2005 ) wakilnya SAFRUDDIN,SH dan Drs. H. MUSTAKIM

Sejarah Terbentuknya Pemerintahan Kab. Enrekang

Sebelum terbentuknya menjadi Kabupaten berturut-turut mengalami perubahan bentuk :

    Menurut sejarah pada mulanya Kabupaten Enrekang adalah merupakan suatu kerajaan besar yang bernama MALEPONG BULAN, yang bersifat MANURUNG terdiri dari 7 kawasann yang lebih dikenal dengan ”PITU MASSENREMPULU” terjadi kira-kira pada abad ke XIV yaitu :
  •         ENDEKAN
  •         KASSA
  •         BATU LAPPA
  •         DURI
  •         MAIWA
  •         LETTA
  •         BARINGIN

    Sedangkan pada masa kerajaan berubah menjadi LIMA MASSENREMPULU yakni :
  •         ENDEKAN
  •         DURI
  •         MAIWA
  •         KASSA
  •         BATU LAPPA

    ( Kira – kira abad ke XVII ) Karena Politik Devide At Impera Pemerintah Belanda memecah daerah ini dengan adanya Surat Keputusan dari Perintah Kerajaan Belanda (KORTE VERKLARING ) dimana kerajaan KASSA dan kerajaan BATU LAPPA dimasukkan ke SAWITTO. Ini terjadi ± Tahun 1905 ( abad XX ), sehingga untuk tetap pada keadaan LIMA MASSENREMPULU tersebut, maka kerajaan-kerajaan yang ada didalamnya dipecah sehingga menjadi :
  •         ENDEKAN (Enrekang)
  •         MAIWA
  •         ALLA
  •         BUNTU BATU
  •         MALUA

          Kerajaan pada zaman penjajahan Belanda secara administrasi disebutt LANDSHCAP.

    Tiap Landshcap dipimpin oleh seorang Arung yang di bantu oleh SULEWATANG dan PABBICARA ARUNG LILI tetapi kebijaksanaan tetap ditangan Belanda sebagai pegawas (KONTROLEUR).

    Zaman penjajahan Belanda tahun 1012 sampai dengan 1941 berubah kembali menjadi ”ONDER AFDELING” yang dikepalai oleh seorang Kontroleur ( Tuan PETORO ).

    Zaman Pendudukan Jepang ( 1941 – 1945 ) ONDER AFDELING ENREKANG berubah nama menjadi KANRIKAN, Pemerintahan dikepalai oleh seorang BUNKEM KANRIKAN.

    Zaman NICA ( NIT 1946 – 27 Desember 1949 ) kembali Kawasan Massenrempulu menjadi ONDER AFDELING ENREKANG.

    Kemudian sejak tanggal 27 Desember 1949 sampai 1960 Kawasan Massenrempulu berubah menjadi KEWEDANAAN ENREKANG dengan pucuk pimpinan Pemerintahan disebut Kepala Pemerintahan Negeri Enrekang ( KPN ENREKANG ) yang meliputi 5 SWAPRAJA :
  •         SWAPRAJA ENREKANG
  •         SWAPRAJA ALLA
  •         SWAPRAJA BUNTU BATU
  •         SWAPRAJA MALUA
  •         SWAPRAJA MAIWA

Adapun mantan Kepala Pemerintahan Negeri Enrekang (KPN) :

    ABDUL HAKIM
    ABDUL RAHMAN, BA.
    ABDUL MADJID PATTAROPURA
    NUHUNG
    A T J O


Yang menjadi catatan atau lembaran sejarah, bahwa dalam perjuangan atau pembentukan Kewadanaan Enrekang ( 5 SWAPRAJA) menjadi DASWATI II / DAERAH SWANTARA TINGKAT II ENREKANG atau KABUPATEN MASSENREMPULU. (ingat bahwa yang disetujui kelak dengan nama Kabupaten Dati II Enrekang mungkin karena latar belakang historisnya). Adapun pernyataan resolusi tesebut :

    Pernyataan Partai / Ormas Massenrempulu di Enrkeang pad tanggal 27 Agustus 1956.

    Resolusi Panitia Penuntut Kabupaten Massenrempulu di Makassar pada tanggal 18 Nopember 1956 yang diketuai oleh ALMARHUM Drs. H.M. RISA.

    Resolusi HIKMA di Pare pare tanggal 29 Nopember 1956.
    Resolusi Raja-raja (ARUM PARPOL / ORMAS MASSENREMPULU ) di Kalosi PADA tanggal 14 Desember 1956

Tokoh-tokoh / Sesepuh MASSENREMPULU yang mempelopori terbentuknya Kabupaten Enrekang antara lain :

  •     Drs. H. M. RISA
  •     Drs. H. M. THALA
  •     H. ANDI SANTO
  •     PALISURI
  •     H. M. YASIN
  •     ANDI MARAINTANG
  •     ANDI BASO NUR RASYID
  •     ANDI TAMBONE
  •     BOMPENG RILANGI
  •     ANRI ENRENG
  •     ABDUL RAHMAN, BA.
    dan masih banyak lagi tokoh-tokoh lainnya yang belum sempat disebutkan satu persatu.

Berdasarkan PP No. 34 Tahun 1962 dan Undang-Undang NIT Nomor 44 Tahun 1960 Sulawesi terpecah dan sebagai pecahannya meliputi Administrasi (AFDELING) Parepare yang lebih dikenal dengan nama Kabupaten Parepare lama, dimana kewedanaan Kabupaten Enrekang adalah merupakan salah satu daerah diantara 5 (lima) Kewedanaan lainnya.

Selanjutnya dengan keluarnya Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959 (Lembaran Negara Tahun 1959 Nomor 74 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Sulawesi atau daerah Swatantra Tingkat II (DASWATI II), maka Kabupaten Parepare lama terpecah menjadi 5 (lima) DASWATI II antara lain :

  •     DASWATI II ENREKANG
  •     DASWATI II SIDENRENG RAPPANG
  •     DASWATI II BARRU
  •     DASWATI II PINRANG
  •     DASWATI II PARE PARE

Kelima gabungan darah tersebut dari dulu dikenal dengan nama : AFDELING PAREPARE.

Dengan terbentuknya DASWATI II ENREKANG berdasarkan Undang-Undang Nomor : 29 Tahun 1959, maka sebagai tindak lanjut pada tanggal 19 februari 1960 dilantiklah saudara H. ANDI BABBA MANGOPO sebagai Bupati yang pertama dan hari terbentuknya DASWATI II Enrekang atau KABUPATEN ENREKANG berdasarkan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959 tentang Pemerintahan Daerah.

Pemerintahan Sekarang

Sehubungan dengan ditetapkannya Perda Nomor : 4,5,6 dan 7 tahun 2002 tanggal 20 Agustus 2002 tentang Pembentukan 4 (empat) Kecamatan Definitif dan Perda Nomor 5 dan 6 Tahun 2006 tentang Pembentukan 2 Kecamatan sehingga pada saat ini enrekang telah memiliki 11 (sebelas ) Kecamatan yang defenitif yaitu :

  •     Kecamatan Enrekang ibukotanya Enrekang
  •     Kecamatan Maiwa ibukotanya Maroangin
  •     Kecamatan Anggeraja ibukotanya Cakke
  •     Kecamatan Baraka ibukotanya Baraka
  •     Kecamatan Alla ibukotanya Belajen
  •     Kecamatan Curio ibukotanya Curio
  •     Kecamatan Bungin ibukotanya Bungin
  •     Kecamatan Malua ibukotanya Malua
  •     Kecamatan Cendana ibukotanya Cendana

    Kecamatan Buntu Batu ibukotanya Pasui hasil pemekaran dari Kecamatan Baraka diresmikan oleh Bapak Bupati Enrekang yang dihadiri Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan pada tanggal 19 Januari 2007.
    Kecamatan Masalle ibukotanya Lo’ko hasil pemekaran dari Kecamatan Alla.

Selanjutnya dari 11 (sebelas) Kecamatan Defenitif terdapat 112 (seratus dua belas ) desa / kelurahan, yang terdiri dari 17 Kelurahan dan 95 desa.
(sumber ALM. ABD. MANNAN TUPPU-massenrengpulu.wordpress.com)

Rabu, 24 Agustus 2011

WASPADALAH ....."Pencuri Merajalela di Enrekang, Targetnya Uang Tunai dan Emas"

Targetnya Uang Tunai dan Emas"
Aksi pencurian marak di Kabupaten Enrekang menjelang Lebaran. Dalam sepekan terakhir, terjadi empat kali kasus pencurian dengan modus yang sama, memasuki rumah warga saat sebagian warga tengah menunaikan salat tarwih di masjid.
Kasus pencurian pertama yang terjadi di Batili, Kelurahan Galonta. Pelaku memasuki rumah pada malam hari saat penghuninya sedang ke masjid.

Kemudian disusul pembobolan kantor Perpustakaan dan PDE Enrekang. Kasus terakhir terjadi di Kelurahan Leoran Enrekang samping Rutan Enrekang, pada Selasa malam dengan korban Abdullah, pemilik bengkel sepeda motor, dan Riyad pengusaha alat elektronik.
Dalam peristiwa ini, dua rumah warga yang berdampingan dibobol secara bersamaan oleh orang yang tidak diketahui. Pelaku pencurian ini terbilang cerdik memanfaatkan situasi. Aksi pelaku dilakukan saat pemilik rumah sedang menunaikan ibadah salat taraweh di masjid.

Saat rumah dalam keadan kosong ditinggal penghuninya, pelaku kemudian mematikan aliran listrik dalam rumah kemudian membobol pintu rumah menggunakan linggis. Setelah pintu terbuka, pelaku dengan leluasa masuk mengobrak abrik isi kamar pemilik rumah.
Pelaku pencurian terkesan hanya mengincar barang berharga milik korban, seperti perhiasan emas dan uang tunai. Di rumah milik Riyad, pelaku membawa kabur celengan yang berisi uang tunai ratusan ribu rupiah, sementara puluhan unit tv yang ditumpuk di ruang tamu korban tidak disentuh oleh pelaku.

"Pelaku hanya mencari uang tunai dan perhiasan, karena televisi saya yang tertumpuk di ruang tamu tidak diambil. Kerugian saya tidak banyak karena pelaku tidak berhasil membuka pintu kamar saya," ujar Riyad.
Begitupun di rumah korban Abdullah, pelaku hanya membawa kabur uang tunai Rp 5 juta lebih, sementara alat elektronik dan peralatan sepeda motor yang ada dalam rumah korban tidak disentuh.

Kapolres Enrekang, AKBP Made Sutersen melalui Kasat Reskrim, AKP Andi Asdar mengatakan bahwa kasus ini sementara dalam penyelidikan pihak kepolisian. "Sementara kita selidiki, beberapa barang bukti seperti linggis yang digunakan pelaku sudah kita amankan, sidik jari pelaku juga sudah kita ambil," tandas Andio Asdar.
Andio juga menambahkan, bahwa pihaknya akan meningkatkan pengamanan. Ia juga mengimbau kepada warga setempat agar meingkatkan kewaspadaan," sebaiknya warga yang meinggalkan rumahnya, agar memberi tahu kepada tetangganya," jelasnya.(*/tribun-timur.com)

 

WASPADA NUSANTARA