Tabloid WASPADA POS MAKASSAR

WAHANA SOSIAL PENCERAH DEMOKRASI - Lebih Akurat Dan Berimbang

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

WASPADA ... WASPADA... WASPADALAH...!!!

Ingat...!!! KEJAHATAN Selalu Mengintip Anda.... WASPADA...WASPADA...WASPADALAH...!!!

Bersama Menuju INDONESIA Yang Lebih Baik... Bebas KKN

Wahai Rakyat Indonesia ....., Mari Bersama Menuju Indonesia Yang Lebih Cemerlang.... "PERANGI KOLUSI...KORUPSI...NEPOTISME"

Tampilkan postingan dengan label BARRU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BARRU. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Agustus 2011

"Dewan Tanggapi Keluhan Kontraktor"

Anggota DPRD Barru meminta pemkab memperhatikan kontraktor dan pengusaha lokal. Paket proyek kecil tidak mesti digabung, jika paket kecil menjadi berkurang praktis kesempatan kontrakor kecil akan kesulitan mendapat pekerjaan.

Rabu, 24 Agustus 2011

"Dewan Tanggapi Keluhan Kontraktor"

Anggota DPRD Barru meminta pemkab memperhatikan kontraktor dan pengusaha lokal. Paket proyek kecil tidak mesti digabung, jika paket kecil menjadi berkurang praktis kesempatan kontrakor kecil akan kesulitan mendapat pekerjaan.
Hal itu terungkap dalam rapat dengar pendapat di Gedung DPRD Barru, Selasa, 16 Agustus bersama para kontraktor dan Asosiasi pengusaha di daerah ini.  Suaib Sukahar, anggota DPRD dari Partai Golkar, menyebutkan, apa pun bentuknya, pengusaha lokal harus diperhatikan.

Namun yang lebih penting, katanya, kualitas pekerjaannya. Sepanjang pekerjaannya bagus mengapa mereka tidak diberdayakan. Terkait keluhan kontraktor skala kecil, pihak SKPD terkait seperti Dinas PU sudah berjanji akan memberi ruang lebih besar bagi kontraktor kecil.

“Jangan sampai kontraktor lokal makin susah, lantaran proyek-proyek kecil digabung menjadi proyek besar,” ujarnya.
Sementara Danial Tang, Ketua Ardin Barru, menyatakan, sampai saat ini kontraktor lokal yang rata-rata skala kecil makin sulit. Ini terjadi karena proyek tidak dibagi-bagi menjadi paket kecil. Akibatnya, kontraktor lokal yang rata-rata kemampuan anggarannya kecil tidak bisa masuk proses tender.

Selain keluhan kontraktor lokal sulit mendapat pekerjaan karena kurangnya paket kecil, juga sejumlah kontraktor masih mempersoalkan posisi pemenang tender. Menurut Danial, pengumuman biasanya didahului proses koreksi jadi bisa saja gagal karena ada kendala administrasi. Atau kemungkinan karena black list, tapi masalahnya juga tidak pernah ada penyampaian resmi terkait perusahaan black list. (rus/ars-fajar.co.id)

 

WASPADA NUSANTARA